Rahasia Mengolah Beras Ketan Pulen dan Gurih untuk Resep Lezat


Rahasia Mengolah Beras Ketan Pulen dan Gurih untuk Resep Lezat

Cara mengolah beras ketan adalah proses yang penting untuk menghasilkan beras ketan yang pulen dan nikmat. Beras ketan memiliki tekstur yang lengket dan sedikit manis, sehingga cocok untuk dijadikan berbagai macam hidangan seperti ketupat, lemper, dan wajik.

Ada beberapa cara mengolah beras ketan, salah satunya adalah dengan cara direndam. Beras ketan direndam dalam air selama beberapa jam, biasanya sekitar 4-8 jam. Setelah direndam, beras ketan dicuci bersih dan dikukus hingga matang. Cara lainnya adalah dengan cara dikukus langsung tanpa direndam. Beras ketan dikukus hingga matang, kemudian diaron atau diaduk agar tidak menggumpal.

Cara mengolah beras ketan yang tepat akan menghasilkan beras ketan yang pulen dan nikmat. Beras ketan yang pulen dapat diolah menjadi berbagai macam hidangan yang lezat dan menggugah selera.

Cara Mengolah Beras Ketan

Beras ketan merupakan bahan makanan pokok yang banyak dikonsumsi di Indonesia. Beras ketan memiliki tekstur yang pulen dan sedikit manis, sehingga cocok untuk dijadikan berbagai macam hidangan seperti ketupat, lemper, dan wajik. Ada beberapa cara mengolah beras ketan yang perlu diperhatikan agar menghasilkan beras ketan yang pulen dan nikmat.

  • Mencuci: Beras ketan harus dicuci bersih sebelum diolah untuk menghilangkan kotoran dan debu.
  • Merendam: Beras ketan dapat direndam dalam air selama beberapa jam sebelum dimasak agar lebih pulen.
  • Mengukus: Beras ketan dapat dikukus atau direbus hingga matang.
  • Mengaron: Setelah dikukus, beras ketan harus diaron atau diaduk agar tidak menggumpal.
  • Menambahkan Santan: Santan dapat ditambahkan ke dalam beras ketan untuk menambah rasa gurih dan lemak.
  • Memasak dengan Daun Pandan: Daun pandan dapat ditambahkan ke dalam beras ketan saat dimasak untuk menambah aroma harum.
  • MenggunakanPewarna Alami: Beras ketan dapat diberi warna alami menggunakan pewarna alami seperti kunyit, pandan, atau bunga telang.
  • Membentuk: Beras ketan dapat dibentuk menjadi berbagai macam bentuk sesuai dengan jenis hidangan yang akan dibuat.
  • Menyajikan: Beras ketan dapat disajikan dengan berbagai macam topping seperti kelapa parut, gula merah, atau kacang tanah.

Dengan memperhatikan cara mengolah beras ketan yang tepat, kita dapat menghasilkan beras ketan yang pulen dan nikmat. Beras ketan yang pulen dapat diolah menjadi berbagai macam hidangan yang lezat dan menggugah selera. Selain itu, beras ketan juga memiliki nilai gizi yang tinggi, sehingga baik untuk kesehatan tubuh.

Mencuci


Mencuci, Resep4-10k

Mencuci beras ketan sebelum diolah merupakan langkah penting dalam cara mengolah beras ketan. Beras ketan yang tidak dicuci dengan bersih dapat mengandung kotoran dan debu yang dapat mempengaruhi rasa dan kualitas beras ketan yang dimasak. Selain itu, mencuci beras ketan juga dapat membantu menghilangkan lapisan pati yang berlebihan, sehingga beras ketan yang dimasak tidak menjadi terlalu lembek dan lengket.

Cara mencuci beras ketan yang benar adalah dengan menggunakan air bersih dan mengaduk beras ketan dengan tangan hingga air cucian menjadi jernih. Proses pencucian ini dapat diulang beberapa kali hingga air cucian benar-benar bersih. Setelah dicuci, beras ketan dapat direndam dalam air selama beberapa jam atau langsung dimasak.

Mencuci beras ketan sebelum diolah merupakan langkah penting yang tidak boleh dilewatkan. Dengan mencuci beras ketan dengan bersih, kita dapat menghasilkan beras ketan yang pulen, nikmat, dan sehat.

Merendam


Merendam, Resep4-10k

Merendam beras ketan sebelum dimasak merupakan salah satu cara mengolah beras ketan yang penting untuk menghasilkan beras ketan yang pulen dan nikmat. Proses perendaman ini akan membuat beras ketan menyerap air sehingga menjadi lebih lunak dan mengembang saat dimasak.

  • Manfaat Merendam Beras Ketan:

    Terdapat beberapa manfaat merendam beras ketan sebelum dimasak, di antaranya:

    • Beras ketan menjadi lebih pulen dan empuk.
    • Proses pemasakan menjadi lebih cepat karena beras ketan sudah menyerap air.
    • Rasa beras ketan menjadi lebih gurih.
  • Waktu Perendaman:
    Waktu perendaman beras ketan yang ideal adalah sekitar 4-8 jam. Namun, waktu perendaman dapat disesuaikan dengan jenis beras ketan yang digunakan dan tingkat kepulenan yang diinginkan.
  • Cara Merendam Beras Ketan:
    Cara merendam beras ketan sangat mudah. Cukup cuci beras ketan hingga bersih, kemudian rendam dalam air bersih selama beberapa jam. Setelah direndam, tiriskan beras ketan dan bilas kembali dengan air bersih sebelum dimasak.
  • Tips Merendam Beras Ketan:
    Berikut adalah beberapa tips merendam beras ketan agar hasil yang didapat maksimal:

    • Gunakan beras ketan berkualitas baik.
    • Rendam beras ketan dalam air bersih yang cukup.
    • Tutup wadah perendaman agar beras ketan tidak terkontaminasi kotoran.
    • Aduk beras ketan sesekali agar semua beras terendam secara merata.

Dengan merendam beras ketan sebelum dimasak, kita dapat menghasilkan beras ketan yang pulen, nikmat, dan memiliki tekstur yang sempurna. Proses merendam ini juga dapat menghemat waktu pemasakan dan membuat beras ketan lebih mudah dicerna.

Mengukus


Mengukus, Resep4-10k

Mengukus beras ketan merupakan salah satu cara mengolah beras ketan yang umum dilakukan. Proses pengukusan ini akan membuat beras ketan matang secara merata dan memiliki tekstur yang pulen. Selain dikukus, beras ketan juga dapat direbus hingga matang. Meskipun kedua cara ini memiliki tujuan yang sama, yaitu membuat beras ketan matang, namun terdapat beberapa perbedaan di antara keduanya.

  • Mengukus:

    Proses mengukus beras ketan dilakukan dengan menggunakan kukusan atau dandang. Beras ketan yang sudah dicuci bersih dimasukkan ke dalam kukusan atau dandang, kemudian dikukus hingga matang. Proses pengukusan biasanya membutuhkan waktu sekitar 30-45 menit, tergantung pada banyaknya beras ketan yang dikukus.

    Mengukus beras ketan memiliki beberapa kelebihan, di antaranya:

    • Beras ketan matang secara merata.
    • Tekstur beras ketan menjadi lebih pulen.
    • Aroma beras ketan lebih harum.
  • Merebus:

    Proses merebus beras ketan dilakukan dengan menggunakan panci atau wajan. Beras ketan yang sudah dicuci bersih dimasukkan ke dalam panci atau wajan, kemudian ditambahkan air hingga menutupi seluruh beras ketan. Beras ketan direbus hingga matang, biasanya membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit.

    Merebus beras ketan memiliki beberapa kelebihan, di antaranya:

    • Proses pemasakan lebih cepat.
    • Tidak membutuhkan peralatan khusus seperti kukusan atau dandang.
    • Dapat ditambahkan bumbu atau bahan tambahan lainnya saat merebus beras ketan.

Baik mengukus maupun merebus beras ketan, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pemilihan cara memasak dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan selera masing-masing.

Mengaron


Mengaron, Resep4-10k

Proses mengaron merupakan salah satu langkah penting dalam cara mengolah beras ketan. Mengaron adalah proses mengaduk beras ketan yang sudah dikukus hingga tidak menggumpal dan menjadi butiran-butiran yang terpisah.

  • Tujuan Mengaron:

    Tujuan utama dari proses mengaron adalah untuk mencegah beras ketan menggumpal setelah dikukus. Beras ketan yang menggumpal akan sulit dipisahkan dan dapat mempengaruhi tekstur serta rasa beras ketan yang dimasak.

  • Waktu Mengaron:

    Proses mengaron dilakukan segera setelah beras ketan selesai dikukus. Beras ketan yang masih panas akan lebih mudah diaron dan tidak mudah menggumpal.

  • Cara Mengaron:

    Cara mengaron beras ketan sangat mudah. Cukup gunakan sutil atau sendok kayu untuk mengaduk beras ketan hingga semua gumpalan terpisah dan menjadi butiran-butiran yang lepas.

  • Tips Mengaron:

    Berikut adalah beberapa tips untuk mengaron beras ketan dengan baik:

    • Gunakan sutil atau sendok kayu yang bersih.
    • Aduk beras ketan dengan gerakan yang lembut dan hati-hati agar tidak merusak butiran beras.
    • Jika beras ketan masih menggumpal, tambahkan sedikit air panas dan aduk kembali.

Dengan mengikuti langkah-langkah mengaron dengan benar, kita dapat menghasilkan beras ketan yang pulen, tidak menggumpal, dan memiliki tekstur yang sempurna. Beras ketan yang diaron dengan baik dapat diolah menjadi berbagai macam hidangan lezat, seperti ketupat, lemper, dan wajik.

Menambahkan Santan


Menambahkan Santan, Resep4-10k

Menambahkan santan merupakan salah satu cara mengolah beras ketan yang dapat meningkatkan rasa dan tekstur beras ketan. Santan yang berasal dari kelapa parut akan menambahkan rasa gurih dan lemak pada beras ketan, membuatnya lebih nikmat dan kaya rasa.

  • Peran Santan:

    Santan berperan sebagai penambah rasa dan lemak pada beras ketan. Gurihnya santan akan berpadu dengan rasa alami beras ketan, menciptakan harmoni rasa yang lezat.

  • Contoh Penggunaan:

    Santan banyak digunakan dalam berbagai hidangan beras ketan, seperti ketupat, lemper, dan wajik. Santan akan membuat hidangan tersebut lebih gurih dan nikmat.

  • Implikasi dalam Cara Mengolah Beras Ketan:

    Penambahan santan dalam cara mengolah beras ketan perlu diperhatikan takarannya. Jika terlalu sedikit, rasa gurihnya tidak akan terasa. Namun, jika terlalu banyak, beras ketan akan menjadi terlalu lembek dan kehilangan teksturnya.

  • Tips Menambahkan Santan:

    Untuk mendapatkan hasil yang optimal, gunakan santan kental yang berasal dari kelapa tua. Tambahkan santan ke dalam beras ketan saat masih dalam keadaan panas, agar santan dapat meresap dengan baik.

Dengan memperhatikan cara menambahkan santan yang tepat, kita dapat menghasilkan beras ketan yang gurih, nikmat, dan memiliki tekstur yang sempurna. Beras ketan yang diolah dengan santan dapat disajikan dengan berbagai macam topping, seperti kelapa parut, gula merah, atau kacang tanah.

Memasak dengan Daun Pandan


Memasak Dengan Daun Pandan, Resep4-10k

Dalam cara mengolah beras ketan, penambahan daun pandan merupakan salah satu langkah yang dapat meningkatkan cita rasa dan kualitas beras ketan yang dihasilkan. Daun pandan yang memiliki aroma harum khas akan memberikan aroma yang sedap pada beras ketan, membuatnya lebih nikmat dan menggugah selera.

Aroma harum dari daun pandan berasal dari kandungan senyawa kimia yang disebut 2-acetyl-1-pyrroline. Senyawa ini juga ditemukan dalam beras basmati dan beberapa jenis kacang-kacangan. Aroma harum dari daun pandan dapat membantu mengurangi bau langu yang mungkin timbul dari beras ketan, sehingga menghasilkan beras ketan dengan aroma yang lebih segar dan menyenangkan.

Selain menambah aroma harum, daun pandan juga dipercaya memiliki manfaat kesehatan. Daun pandan mengandung antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Antioksidan ini juga dapat membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan kesehatan jantung.

Dalam praktiknya, daun pandan dapat ditambahkan ke dalam beras ketan saat dikukus atau direbus. Caranya cukup mudah, yaitu dengan memasukkan beberapa lembar daun pandan ke dalam wadah tempat beras ketan dimasak. Daun pandan dapat diikat menjadi simpul atau dibiarkan terurai begitu saja. Setelah beras ketan matang, daun pandan dapat dibuang dan beras ketan siap disajikan.

Dengan memperhatikan cara memasak dengan daun pandan yang tepat, kita dapat menghasilkan beras ketan yang tidak hanya memiliki aroma harum yang menggugah selera, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang baik untuk tubuh.

Menggunakan Pewarna Alami


Menggunakan Pewarna Alami, Resep4-10k

Pemberian warna alami pada beras ketan merupakan salah satu cara mengolah beras ketan yang dapat meningkatkan nilai estetika dan variasi hidangan. Pewarna alami yang digunakan berasal dari bahan-bahan alami seperti kunyit, pandan, atau bunga telang, sehingga aman untuk dikonsumsi dan memberikan manfaat kesehatan tertentu.

  • Jenis Pewarna Alami:

    Jenis pewarna alami yang umum digunakan untuk mewarnai beras ketan antara lain:

    • Kunyit: Menghasilkan warna kuning cerah yang berasal dari kandungan kurkumin.
    • Pandan: Menghasilkan warna hijau alami yang berasal dari kandungan klorofil.
    • Bunga Telang: Menghasilkan warna biru keunguan yang berasal dari kandungan antosianin.
  • Penggunaan Pewarna Alami:

    Cara menggunakan pewarna alami untuk mewarnai beras ketan sangatlah mudah. Pewarna alami dapat ditambahkan ke dalam air rendaman beras ketan, atau langsung dicampurkan ke dalam beras ketan saat dikukus atau direbus. Jumlah pewarna alami yang digunakan dapat disesuaikan dengan intensitas warna yang diinginkan.

  • Manfaat Pewarna Alami:

    Selain menambah nilai estetika, penggunaan pewarna alami pada beras ketan juga memberikan manfaat kesehatan. Kunyit, pandan, dan bunga telang mengandung antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, serta memiliki sifat anti-inflamasi dan antibakteri.

Dengan memperhatikan cara menggunakan pewarna alami yang tepat, kita dapat menghasilkan beras ketan yang tidak hanya memiliki warna yang menarik, tetapi juga memiliki nilai gizi yang baik untuk tubuh. Beras ketan yang diwarnai dengan pewarna alami dapat diolah menjadi berbagai macam hidangan lezat dan bergizi, seperti nasi kuning, ketupat warna, atau lemper warna.

Membentuk


Membentuk, Resep4-10k

Proses pembentukan merupakan bagian penting dalam cara mengolah beras ketan. Beras ketan yang telah dikukus atau direbus dan diaron dapat dibentuk menjadi berbagai macam bentuk, tergantung pada jenis hidangan yang akan dibuat. Pembentukan ini tidak hanya bertujuan untuk memperindah tampilan hidangan, tetapi juga untuk memudahkan dalam penyajian dan penikmatan.

Sebagai contoh, beras ketan dapat dibentuk menjadi bentuk segitiga untuk membuat ketupat, bentuk lonjong untuk membuat lemper, atau bentuk bulat untuk membuat wajik. Pembentukan ini dilakukan dengan menggunakan alat bantu seperti cetakan atau tangan kosong, tergantung pada tingkat kerumitan bentuk yang diinginkan.

Pemahaman tentang teknik pembentukan beras ketan sangat penting bagi keberhasilan dalam mengolah beras ketan. Dengan menguasai teknik pembentukan, kita dapat menghasilkan hidangan beras ketan yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki nilai estetika yang tinggi.

Selain itu, pembentukan beras ketan juga memiliki makna budaya yang kuat. Di beberapa daerah di Indonesia, bentuk-bentuk tertentu dari beras ketan memiliki makna simbolis yang terkait dengan tradisi dan kepercayaan masyarakat setempat.

Menyajikan


Menyajikan, Resep4-10k

Dalam konteks cara mengolah beras ketan, penyajian memegang peranan penting dalam melengkapi pengalaman kuliner yang dihasilkan. Beras ketan yang telah diolah dengan baik dapat disajikan dengan berbagai macam topping untuk menambah cita rasa dan nilai estetika.

  • Peran Topping:

    Topping berperan sebagai pelengkap rasa dan tekstur beras ketan. Topping yang tepat dapat meningkatkan kenikmatan hidangan, menciptakan harmoni rasa yang kompleks dan menggugah selera.

  • Contoh Topping:

    Berbagai macam topping dapat digunakan untuk melengkapi beras ketan, antara lain kelapa parut, gula merah, kacang tanah, wijen, dan serundeng. Masing-masing topping memiliki karakteristik rasa dan tekstur yang unik, sehingga dapat disesuaikan dengan selera dan jenis hidangan.

  • Implikasi dalam Cara Mengolah Beras Ketan:

    Meskipun penyajian merupakan tahap akhir dalam cara mengolah beras ketan, namun pemilihan topping harus dipertimbangkan sejak awal pengolahan. Hal ini dikarenakan beberapa topping, seperti kelapa parut, perlu disiapkan terlebih dahulu dengan cara disangrai atau dikukus agar menghasilkan rasa dan aroma yang optimal.

  • Manfaat Penyajian yang Tepat:

    Penyajian beras ketan yang tepat tidak hanya akan meningkatkan cita rasa, tetapi juga dapat menambah nilai estetika hidangan. Beras ketan yang disajikan dengan topping yang menarik dan tertata rapi akan menggugah selera makan dan memberikan kesan yang baik bagi penikmatnya.

Dengan memperhatikan aspek penyajian dalam cara mengolah beras ketan, kita dapat menghasilkan hidangan yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki tampilan yang mengesankan. Beras ketan yang disajikan dengan topping yang tepat akan menjadi sajian yang istimewa dan berkesan bagi siapa saja yang menikmatinya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Cara Mengolah Beras Ketan

Bagian ini akan menyajikan beberapa pertanyaan yang sering diajukan dan jawabannya terkait dengan cara mengolah beras ketan. Pertanyaan-pertanyaan ini bertujuan untuk memberikan informasi yang komprehensif dan membantu pembaca dalam memahami proses mengolah beras ketan dengan baik.

Pertanyaan 1: Apa saja cara mengolah beras ketan?

Jawaban: Beras ketan dapat diolah dengan berbagai cara, antara lain dengan cara direndam, dikukus, direbus, dan diaron. Pemilihan cara mengolah tergantung pada jenis hidangan yang akan dibuat dan preferensi masing-masing.

Pertanyaan 2: Apakah merendam beras ketan sebelum dimasak itu penting?

Jawaban: Merendam beras ketan sebelum dimasak sangat dianjurkan karena dapat membuat beras ketan menjadi lebih pulen dan mengembang saat dimasak. Proses perendaman juga dapat membantu menghilangkan lapisan pati yang berlebihan, sehingga beras ketan yang dimasak tidak menjadi terlalu lembek dan lengket.

Pertanyaan 3: Bagaimana cara mengukus beras ketan dengan baik?

Jawaban: Untuk mengukus beras ketan dengan baik, gunakan kukusan atau dandang. Masukkan beras ketan yang sudah dicuci bersih ke dalam kukusan dan kukus selama kurang lebih 30-45 menit, tergantung pada banyaknya beras ketan yang dikukus. Pastikan air dalam kukusan cukup dan tidak habis selama proses pengukusan.

Pertanyaan 4: Apa fungsi mengaron beras ketan?

Jawaban: Mengaron adalah proses mengaduk beras ketan yang sudah dikukus hingga tidak menggumpal dan menjadi butiran-butiran yang terpisah. Proses ini bertujuan untuk mencegah beras ketan menggumpal setelah dikukus, yang dapat mempengaruhi tekstur dan rasa beras ketan yang dimasak.

Pertanyaan 5: Bagaimana cara menambahkan santan ke dalam beras ketan?

Jawaban: Untuk menambahkan santan ke dalam beras ketan, gunakan santan kental yang berasal dari kelapa tua. Tambahkan santan ke dalam beras ketan saat masih dalam keadaan panas, agar santan dapat meresap dengan baik. Takaran santan dapat disesuaikan dengan selera, namun jangan terlalu banyak karena dapat membuat beras ketan menjadi terlalu lembek.

Pertanyaan 6: Apa saja manfaat menggunakan pewarna alami untuk mewarnai beras ketan?

Jawaban: Menggunakan pewarna alami untuk mewarnai beras ketan tidak hanya dapat meningkatkan nilai estetika, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan. Pewarna alami seperti kunyit, pandan, dan bunga telang mengandung antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, serta memiliki sifat anti-inflamasi dan antibakteri.

Demikian beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang cara mengolah beras ketan. Dengan memahami berbagai aspek dalam mengolah beras ketan, diharapkan pembaca dapat menghasilkan hidangan beras ketan yang lezat dan berkualitas.

Artikel Terkait: Cara Membuat Ketupat yang Pulen dan Legit

Tips Mengolah Beras Ketan

Untuk menghasilkan beras ketan yang pulen, lezat, dan berkualitas, terdapat beberapa tips penting yang perlu diperhatikan dalam proses pengolahannya.

Tip 1: Pilih Beras Ketan Berkualitas

Kualitas beras ketan akan sangat mempengaruhi hasil olahannya. Pilih beras ketan yang bersih, tidak berbau apek, dan memiliki butiran yang utuh. Beras ketan yang berkualitas akan menghasilkan nasi ketan yang pulen dan tidak mudah hancur.

Tip 2: Rendam Beras Ketan dengan Benar

Perendaman beras ketan sangat penting untuk membuat nasi ketan menjadi pulen. Rendam beras ketan dalam air bersih selama kurang lebih 4-8 jam. Pastikan beras ketan terendam seluruhnya. Proses perendaman akan membuat beras ketan menyerap air sehingga menjadi lebih lunak dan mengembang saat dimasak.

Tip 3: Kukus Beras Ketan dengan Takaran Air yang Pas

Saat mengukus beras ketan, gunakan takaran air yang pas. Jangan terlalu banyak atau terlalu sedikit. Takaran air yang tepat akan menghasilkan nasi ketan yang pulen dan tidak lembek. Umumnya, untuk 1 kg beras ketan dibutuhkan sekitar 1,5 liter air.

Tip 4: Aduk Beras Ketan Setelah Dikukus

Setelah beras ketan dikukus, segera aduk beras ketan dengan spatula atau sendok kayu. Proses pengadukan ini bertujuan untuk memisahkan butiran-butiran beras ketan yang menempel dan mencegah nasi ketan menggumpal.

Tip 5: Sajikan Nasi Ketan dengan Topping yang Tepat

Nasi ketan dapat disajikan dengan berbagai macam topping, seperti kelapa parut, gula merah, atau kacang tanah. Pemilihan topping yang tepat akan menambah cita rasa dan kenikmatan nasi ketan. Pastikan topping yang digunakan masih segar dan berkualitas baik.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda dapat menghasilkan beras ketan yang pulen, lezat, dan berkualitas. Beras ketan yang diolah dengan baik dapat menjadi bahan dasar berbagai hidangan tradisional Indonesia yang menggugah selera.

Artikel Terkait: Resep Ketupat Lebaran yang Pulen dan Legit

Kesimpulan

Mengolah beras ketan merupakan proses yang penting untuk menghasilkan beras ketan yang pulen dan nikmat. Ada beberapa cara mengolah beras ketan yang perlu diperhatikan, mulai dari memilih beras ketan yang berkualitas, merendam beras ketan dengan benar, mengukus beras ketan dengan takaran air yang pas, mengaduk beras ketan setelah dikukus, hingga menyajikan nasi ketan dengan topping yang tepat.

Dengan mengikuti cara mengolah beras ketan yang tepat, kita dapat menghasilkan beras ketan yang pulen, lezat, dan berkualitas. Beras ketan yang diolah dengan baik dapat menjadi bahan dasar berbagai hidangan tradisional Indonesia yang menggugah selera, seperti ketupat, lemper, dan wajik.

Youtube Video:



About administrator